- November 13, 2025
- Nabila Intan
- 0 Comments
- Artikel Bisnis, Berita, Program Rumah BUMN, Social Media
UMKM Binaan PLN UID Jateng & DIY – Rumah BUMN Gunungkidul Menarik Perhatian di Festival KOPLING 2025
Empat pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Gunungkidul di bawah naungan PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah & DIY sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang KOPLING (Koplo Keliling) 2025, festival musik dan UMKM yang menjadi wadah kolaborasi antara hiburan rakyat dan promosi produk lokal.
Acara bergengsi ini digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, pada 8–9 November 2025, dan diikuti oleh ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival yang dibuka secara resmi oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengusung tema “Goyang Ambyar UMKM Bersinar.” Dalam sambutannya, Maman menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku UMKM dan musisi sebagai kekuatan baru ekonomi kreatif nasional. Melalui festival musik KOPLING, pemerintah berupaya menciptakan wadah kolaboratif yang mempertemukan pelaku usaha dan industri kreatif untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Melalui Rumah BUMN Gunungkidul, PLN UID Jawa Tengah & DIY menampilkan empat UMKM unggulannya, yaitu Rasane Vera, Dirgam.id by DW Studio, Haya, dan Dhara Djati Ecoprint. Selama dua hari pameran UMKM juga mendapatkan dukungan fasilitas digitalisasi dari PLN, mencakup pembuatan QRIS, pemanfaatan podcast booth, serta live streaming di platform media sosial untuk memperluas jangkauan promosi produk.


Produk-produk yang autentik dan berkualitas dari UMKM mitra binaan Rumah BUMN Gunungkidul berhasil menarik perhatian Menteri UMKM beserta rombongan diantaranya Raffi Ahmad Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta Tina Astari Ketua Bidang Kemitraan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Masa Bakti 2024-2029 yang menyempatkan untuk berkunjung ke booth PLN. Dalam kunjungan booth tersebut, sambil menunjukkan produk Vest dari Dhara Djati Ecoprint, Tina Astari menyebutkan bahwa UMKM saat ini sudah cukup luar biasa karena mampu menyulap produk ramah lingkungan menjadi karya fesyen yang cantik.

Adapun ecoprint sendiri merupakan teknik mencetak motif pada kain dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tumbuhan sebagai pewarna dan sumber pola. Dhara Djati Ecoprint tidak hanya mengandalkan bahan-bahan alami yang ada disekitar rumah produksinya, akan tetapi selain memanfaatkan dedaunan dan bunga-bunga untuk ecoprint, ditanam pula tumbuh-tumbuhan yang memiliki filosofi menarik dan manfaat yang tinggi untuk lingkungan secara berkelanjutan. Raffi Ahmad menanggapi gerakan yang dilakukan oleh Dhara Djati Ecoprint bahwa hal tersebut tidak hanya sekedar menanam pepohonan, namun juga menanam kebaikan untuk generasi yang akan datang.

Tidak hanya produk fesyen saja yang mencuri perhatian pengunjung, namun produk makanan dan minuman seperti aneka olahan minuman aloevera dari Rasanevera dan BrowCo Chips berbahan tepung mocaf juga sukses memikat lidah para pengunjung acara KOPLING baik untuk dikonsumsi secara langsung selama festival berlangsung maupun dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
Partisipasi Rumah BUMN Gunungkidul di KOPLING 2025 menjadi bukti nyata kolaborasi antara BUMN dan pelaku usaha lokal dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan dan promosi, PLN berkomitmen untuk terus membantu UMKM naik kelas, memperluas pasar, serta menyiapkan produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Salam,
Rumah BUMN Gunungkidul
Leave a Comment