- February 26, 2022
- Nabila Intan
- 1 Comment
- Anak Muda, Artikel Bisnis, Marketing, Social Media, UMKM
TEKNIK COVERT SELLING, AGAR JUALAN LARIS MANIS!
Kemajuan teknologi juga membuat teknik pemasaran pun ikut berkembang. Berjualan online bisa dilakukan melalui marketplace maupun sosial media. Berbagai teknik pemasaran yang dilakukan oleh penjual untuk menjajakan dagangannya, mulai dari Hard selling/direct selling yang langsung memaparkan produk ke calon konsumen, hingga soft selling/jualan secara halus.
Namun hampir sebagian besar dari kita pasti paham, betapa tidak menyenangkannya jika selalu dijejali dengan aneka ragam produk yang dijual di toko online atau media sosial.

Sumber gambar: Ulfanafis
Apa itu Covert Selling?
Covert selling ini dapat dikatakan sebagai teknik “gaib” dalam dunia pemasaran. Kenapa? Karena teknik ini bisa membuat kamu tidak terlihat bahwa sebenarnya kamu sedang melakukan promosi produk yang kamu jual.
Ya, seperti namanya, Covert = terselubung, selling = jualan, jadi teknik ini akan membantu Kamu untuk jualan secara terselubung. Atau bisa disebut juga “jualan tapi nggak kelihatan jualan.”
Kenapa Covert Selling?
Karena pada dasarnya orang itu nggak suka dijualin (dipromosikan), tapi mereka suka beli.
Coba Kamu ingat-ingat, apa respon Kamu jika melihat sebuah iklan di televisi, YouTube ataupun media sosial? Suka di skip, kan? Ngaku deh!!
Karena terselubung, maka biasanya kehadiran “jualan” nya tidak akan disadari.
Itulah mengapa seorang seller disini akan mengarahkan calon pembeli melalui kalimat, informasi atau cerita yang tidak spesifik langsung ke produk.
Komponen Covert Selling
- Membangkitkan Rasa Penasaran
Dalam Covert selling, wajib hukumnya untuk membuat pembaca penasaran. Karena konon katanya, penasaran = pemasaran.
Kamu harus bikin konten yang membuat mereka mendapat gambaran tentang suatu produk. Selanjutnya, karena penasaran, mereka akan mencari tahu tentang produk itu, atau bahkan langsung bertanya lewat kolom komentar atau pesan inbox.
Kamu bisa menebak ending nya, bukan? Yes, peluang closing lebih besar!
- Menggunakan Kata-kata Bermakna Ganda / Ambigu
Artinya, pembaca satu dan yang lainnya, bisa mempunyai persepsi berbeda dalam menelaah konten kamu.
Kalimat ambigu yaitu terdapat kata-kata yang memiliki lebih dari satu makna, memiliki sifat yang membingungkan dan tidak mudah dipahami oleh orang lain dan tidak memiliki makna yang jelas.
- Membangkitkan Emosi/Perasaan
Konten dalam covert selling harus bisa membangkitkan emosi dari calon pembeli saat mereka menyimak konten tersebut.
Buatlah cerita menarik, bisa singkat atau sedikit lebih panjang, yang membuat emosi pembaca tersentuh.

Sumber gambar: Filiasukanulis.com
Contoh Contoh Covert Selling
Dalam melakukan covert selling, pastikan tidak ada ajakan bertindak, tanda seru, nomor handphone, bahkan harga sekalipun.
“Aku suka banget minum kopi, tapi susah dapetin minuman kopi dalam kemasan yang mudah dibawa kemana-mana dan ga bikin asam lambung naik. Tapi, kemarin saya dapat info dari teman tentang minuman kopi dalam kemasan yang satu ini, terus saya iseng aja nyobain, Asli, rasanya pas. Dan yang penting gak bikin asam lambung naik. Jadi aman banget.”
“Akhirnya berat badan turun juga!. Sudah coba berbagai cara diet, olahraga, jaga pola makan, tapi berat badan susah banget turun. Terus nemu nih yang cocok banget buat bantu nurunin berat badan, ga merasa terpaksa minumnya karena rasanya enak, bantu banget buat nurunin berat badan lagi, suka banget!”
“Alhamdulillah, akhirnya aku nemuin tempat jual gamis yang bahannya adem, modelnya trendy, dan ukurannya all size pula. Seneng banget.”
Nah, ini tadi seputar Covert Selling dan contoh-contohnya. Kamu bisa menerapkan teknik ini agar penjualan lebih efektif.
Salam sukses
Rumah BUMN Gunungkidul.
Informasi terkait teknik convert selling sangat bermanfaat. Penerapan strategi pemasaran yang tepat memang dapat membantu bisnis mencapai pertumbuhan yang positif. Salah satu strategi yang efektif adalah Jasa Desain Powerpoint. Dengan desain presentasi yang sesuai dengan karakteristik bisnis, hal ini dapat menciptakan dampak yang kuat bagi brand dan menjadi efektif.