- March 20, 2024
- Nabila Intan
- 0 Comments
- Artikel Bisnis, Berita, Inkubasi, Pemerintahan, Program Rumah BUMN
Pelatihan Diagnosa Usaha untuk UMKM Rumah BUMN Gunungkidul
Sudah memasuki tri-semester pertama tahun 2024, kira-kira bagaimana kondisi usaha Anda saat ini? Ada peningkatan atau masih lesu? Sudah sesuai dengan yang ditargetkan atau malah tidak memasang target sama sekali?
Jika Anda merasa bosan menjalankan usaha Anda karena bertahun-tahun seolah jalan di tempat, sebagai pemilik usaha, inilah saat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan kembali usaha yang sedang Anda jalankan sebelum terlambat!
Hal tersebut dilakukan oleh para UMKM binaan Rumah BUMN Gunungkidul pada Rabu, 20 Maret 2024 yang antusias mengikuti pelatihan Diagnosa Usaha untuk UMKM yang dipandu langsung oleh Kak Ridwan Risyad selaku CFO Rumah BUMN DIY.
Lalu, bagaimana cara melakukan pemeriksaan atau diagnosa pada usaha kita menurut Kak Ridwan?
LANGKAH 1: LAKUKAN ANALISIS FAKTOR EKONOMI

Bagaimana caranya?
- Pahami trend yang sedang berlangsung. Apakah produk atau jasa yang Anda komersilkan masih cukup diminati oleh masyarakat?
- Pahami berapa besar biaya produksi yang dikeluarkan usaha anda. Apakah biaya tersebut sudah efisien? Masih bisakah biaya produksi diturunkan tanpa mengubah kualitas produk? Jika Anda sudah benar-benar menguasai biaya produksi dan bukan hanya sekedar penghitungannya saja, pastikan Anda mendapatkan supplier paling murah, paling efektif, dan terpercaya. Hal tersebut akan membantu Anda lebih mudah dalam menetapkan margin sesuai yang diharapkan.
- Penetapan harga. Analisis kembali harga yang sudah Anda tetapkan. Apakah terlalu rendah atau terlalu tinggi dibandingkan harga pasaran lainnya? Pastikan harga yang Anda tetapkan sudah cocok dan sesuai dengan taget pasar Anda. Jangan lupa untuk melakukan riset dalam penetapan harga karna tentu letak usaha atau distribusi produk juga harus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat di daerah tertentu.

- Periksa strategi pemasaran yang sudah Anda terapkan. Apakah strategi pemasaran yang Anda lakukan sudah menyasar target pasar Anda? Dalam memeriksa strategi pemasaran, Anda diharapkan bisa memperhatikan 5P antara lain Product, Price (Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi), dan People (Orang/Customernya). Yang harus Anda ingat adalah diantara 5p terebut tidak dapat terpisahkan dan akan mempengaruhi satu dengan lainnya. Misal:
Selama ini Anda berjualan sepatu booth (product: P1). Maka target pasar Anda akan menyasar orang (people: P2) yang berprofesi sebagai petani atau pekerja perkebunan. Apabila target pasarnya adalah petani atau pekerja perkebunan, tentu menjual produk sepatu booth ke mall (place: P3) bukanlah pilihan yang tepat. Baiknya adalah menjual sepatu booth di toko-toko pertanian. Dan karena profesi yang ditawarkan adalah petani dan pekerja perkebunan yang mayoritas taraf perekonomian menengah ke bawah, maka harga (price: P4) yang diterapkan pun tidak bisa dibandrol dengan harga sekelas untuk sosialita atau kaum elit. Sarana promosi (P5) yang digunakanpun akan lebih efektif jika sebagai penjual sepatu booth melakukan strategi jemput bola menuju tempat-tempat yang sering didatangi oleh para petani atau pekerja perkebunan. Penjualan online bukan menjadi kebutuhan utama karna bentuk demografi pertanian atau perkebunan kadang mengalami kesulitan signal.
Kelima strategi pemasaran yang biasa disingkat 5P tersebut harus benar-benar diperiksa kemabali jika Anda menginginkan kemajuan dalam usaha yang Anda jalankan.
LANGKAH 2: ANALISIS FAKTOR TEKNOLOGI

Pastikan dengan adanya perkembangan teknologi saat ini yang cukup massif dapat Anda manfaatkan untuk membuat usaha Anda menjadi lebih efisien, produktif, dan jangkauan pasarnya meningkat.
Misalnya, Anda bisa memanfaatkan aplikasi WA Business gratis untuk sarana toko online yang memungkinkan Anda memajang katalog produk berisi harga dan detailnya sebagaimana produk yang terpampang di etalase toko offline (fisik).
Dengan pemanfaatan teknologi ini, terdapat beberapa kasus usaha yang mampu menghemat atau mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan karena biaya yang seharusnya digunakan untuk sewa ruko bisa dialokasikan untuk biaya yang lain karena kegiatan jualan yang dilakukan memungkinkan untuk dijualan secara online saja. Alokasi biaya dari penghematan biaya sewa ruko dapat digunakan untuk mendorong produktivitas usaha misalnya untuk mendorong biaya riset pengembangan produk (RnD), biaya iklan dan promosi, dan lain sebagainya.
Selain efisiensi biaya dan pendorong produktivitas usaha, pemanfaatan teknologi juga sangat mampu membantu kita sebagai business owner menjangkau pasar lebih luas karena dunia online mampu menembus jarak, ruang, bahkan waktu. Jika sudah mampu menyadari hal tersebut, akan memudahkan kita untuk memikirkan strategi yang jitu dan sesuai dengan kebutuhan usaha kita saat ini.
LANGKAH 3: ANALISIS FAKTOR SOSIAL

Tidak hanya faktor ekonomi dan teknologi yang penting untuk dilakukan analisis, namun juga penting untuk melakukan analisis dari faktor sosialnya. Faktor sosial dalam hal ini meliputi letak demografi, tren sosial, budaya yang berlaku, hingga karakteristik kelompok sosial.
Sebagai penyedia produk atau jasa, terkadang kita harus menghadapi tantangan berupa selera pasar yang beragam. Disinilah kita harus mampu menyusun prioritas pada usaha kita, akankah fokus pada laba yang sebanyak-banyaknya ataukah branding yang kuat dan mengakar pada customer dan para calon customer potensial?
Dengan melakukan analisis faktor ekonomi, teknologi, sosial dan menyesuaikan dengan kemampuan usaha kita yang sedang berjalan saat ini dibarengi dengan menjaga semangat pada tujuan yang akan dicapai menjadi kunci UMKM dapat sukses bertahan dan meningkatkan kelas usaha kearah positif.
Salam,
Tim Fasilitator Rumah BUMN Gunungkidul.
Penulis : Atikka Rismawati
Leave a Comment