- April 20, 2022
- Nabila Intan
- 0 Comments
- Anak Muda, Artikel Bisnis, Marketing, Program Rumah BUMN
Pelatihan Kewirausahaan SEI#1 – “Mencetak Entrepreneur Muda yang Mandiri dan Kreatif”
Hari ini Rabu, 20 April 2022, Rumah BUMN Gunungkidul melaksanakan Entrepreneur Mentoring Class #1 dengan mengusung topik “Mencetak Entrepreneur Muda yang Mandiri dan Kreatif” untuk peserta didik SMA/SMK Gunungkidul. Kami mendapat kesempatan melaksanakan kegiatan ini di Ruang Pertemuan lantai 2 Gedung Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul.

Pembukaan acara disampaikan langsung oleh Bapak Dwi Agus Muchdiharto, S.H., M.A selaku Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul. Kami sangat senang karena program ini disambut baik oleh beliau. Kegiatan hari ini diikuti oleh 15 siswa siswi yang kemarin lolos dalam Top 10 finalis Student Entrepreneur Competition.
Selain salah satu apresiasi untuk Top 10 finalis S.E.C, Kami membekali siswa dengan pengetahuan kewirausahaan karena sebagai salah satu bentuk tanggung jawab moral kami terhadap generasi muda. Obrolan dengan beberapa siswa yang menjadi peserta hari ini, menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang tidak membekali siswanya dengan soft skill entrepreneur. Padahal kemampuan dalam berwirausaha sangatlah penting untuk dapat bertahan dalam kehidupan. Apakah semua siswa akan menjadi pegawai atau karyawan? Lalu siapa yang akan membangun usaha dan membuka lapangan pekerjaan jika semua generasi muda menjadi pegawai atau karyawan?

Di Materi pertama ini kami membahas tentang entrepreneur dimana kami mengenalkan dunia wirausaha kepada para siswa. Mindset, sikap, dan perilaku yang menjadi pondasi dalam membangun semangat entrepreneur yang kami bahas secara detail. Dan memang masih banyak siswa yang belum memahaminya.
Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa bekal siswa dalam dunia wirausaha perlu untuk ditingkatkan. Dan jika memungkinkan, mata pelajaran tentang wirausaha dilaksanakan tidak hanya di sekolah yang memiliki jurusan bisnis/marketing/wirausaha, tapi untuk semua sekolah terutama untuk sekolah-sekolah kejuruan.

Kami memberikan tugas kepada peserta untuk menemukan masalah di sekitarnya dan mencoba membuat solusi atas masalah yang mereka temui. Solusi inilah yang di pertemuan selanjutnya akan didorong untuk menjadi sebuah produk/jasa. Beginilah cara kami mengajak siswa untuk berubah dari user/maker menjadi inovator. Karena dari masalah di sekitar tempat tinggal, bisa lahir inovasi-inovasi yang akan menjadi produk/jasa yang akan diminati banyak orang karena kemampuannya menyelesaikan masalah.
Wirausaha bukanlah pilihan kedua bahkan pilihan terakhir setelah gagal menjadi pegawai atau karyawan. Jadikan wirausaha sebagai pilihan pertama agar kita dapat membuka lapangan pekerjaan, bermanfaat bagi sesama, bebas berkarya, bebas menjadi diri sendiri, dan tentu saja berkontribusi terhadap perekonomian bangsa dan negara. Karena wirausaha adalah roda penggerak utama perekonomian bangsa.
Salam Sukses
Rumah BUMN Gunungkidul
Leave a Comment