- April 13, 2022
- Nabila Intan
- 0 Comments
- Berita, Inkubasi, Program Rumah BUMN, UMKM
GREBEK UMKM #3 – “Perencanaan Bisnis dan Prinsip-Prinsip Pengusaha”
Pertemuan ke tiga dalam program lanjutan GREBEK UMKM (Guyub Rukun Ngrembaka UMKM) dengan topik “Perencanaan Bisnis dan Prinsip-Prinsip Pengusaha”. Kegiatan ini dilaksanakan di Resto Rinten Ndalu, Tegalsari, Wonosari. Materi lebih banyak menjelaskan tentang Canvas Model dan modifikasinya dan disampaikan langsung oleh Bapak Edhy Surbakty, MBA., CA., CPA (Direktur Rumah BUMN Gunungkidul). Pematerian disampaikan selama hampir 2 jam dan sesi diskusi hampir 1 jam.

Pertemuan GREBEK UMKM ke-3
Sebagian besar diskusi tidak sekedar tentang perencanaan usaha, namun juga hal-hal lain yang selama ini mereka hadapi dalam mengelola usaha. Peserta yang hadir tidak terlalu banyak sehingga dapat membahas permasalahan rekan-rekan UMKM dengan lebih detail.
Permasalah yang paling banyak muncul adalah mengenai rantai distribusi. Beberapa merasa kesulitan pada sistem konsinyasi atau penitipan barang. Banyak rekan-rekan UMKM yang menitipkan barang mulai dari toko oleh-oleh, retail baik besar maupun kecil, toko, supermarket, hypermarket, dan swalayan, hingga resto dan hotel. Awalnya berasumsi bahwa banyaknya kerja sama konsinyasi akan berkorelasi positif terhadap penjualan.

Diskusi bersama peserta GREBEK UMKM
Namun realisasinya malah mengganggu cashflow karena barang ‘mandeg’ di etalase display. Semakin banyak kerja sama, maka semakin banyak pula barang yang tertahan. Belum lagi jika banyak barang yang tidak laku hingga ‘expired’.
Kebijakan mengisi beberapa persen retail, swalayan, toko, supermarket, hypermarket dengan produk UMKM seolah membantu penjualan. Namun realisasinya akan menjadi masalah bagi UMKM yang tidak siap. Tidak hanya tidak siap secara modal, namun juga tidak siap dengan banyak hal lain seperti persaingan harga, persaingan kemasan, hingga persaingan brand. Ketika masuk ke retail, swalayan, toko, supermarket, hypermarket, maka UMKM harus siap untuk bersaing dengan para produsen-produsen besar yang sudah dikenal masyarakat dan cenderung memiliki harga lebih murah karena produksi dalam jumlah besar.
Berharap pada masyarakat yang lebih memilih produk UMKM lokal daripada produk industry? Tidak akan bisa. Sebagian besar masyarakat kita lebih memilih yang murah atau brand yang sudah banyak dikenal. Ini menjadi PR kita Bersama.

Foto bersama setelah pendampingan
Salam Sukses
Rumah BUMN Gunungkidul
Leave a Comment