- March 26, 2022
- Nabila Intan
- 0 Comments
- Berita, Internasional, Pemerintahan, UMKM
Partisipasi Rumah BUMN Gunungkidul dalam Acara G20 Indonesia 2022
G20 (Group of Twenty) merupakan konferensi tingkat tinggi yang menjadi forum kerja sama ekonomi internasional. G20 ini beranggotakan 19 negara dan satu Lembaga Uni-Eropa. G20 dibentuk pada tahun 1999 dengan tujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Hal ini dilandasi pada kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan. Tahun 2008 KTT G20 pertama dilaksanakan di Amerika Serikat sebagai bentuk koordinasi terhadap dampak dari krisis keuangan yang terjadi di Amerika dan sepakat untuk melakukan pertemuan-pertemuan selanjutnya secara rutin.
Tahun 2022, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah G20. KTT ini dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 25 Maret 2022 di beberapa kota di Indonesia. Salah satu kelompok yang membahas tentang energi dengan nama ‘Energy Transition Working Group’ (ETWG) dilaksanakan Yogyakarta. ETWG pertama ini dilaksanakan di Hotel Sheraton Yogyakarta dan focus pembahasannya adalah pemanfaatan energi non-fosil.
Dalam pertemuan ETWG #1 ini, Rumah BUMN Gunungkidul dipercaya untuk menyiapkan souvenir yang berasal dari UMKM dampingan. Dari beberapa UMKM yang diajukan, terpilih 4 UMKM yang dipercaya untuk menyiapkan produknya sebagai official souvenir ETWG #1 ini. 4 UMKM tersebut antara lain Abrasae dengan produk tas anyamannya, Herbal Yuniari dengan produk minuman herbalnya, Katamata Coffee Roastery dengan Kopinya, dan Go Pring dengan kerajinan bambunya.

Selain official souvenir, Rumah BUMN Gunungkidul juga diminta menyiapkan dua UMKM dampingan untuk membuka stand di Hotel Sheraton Yogyakarta selama pertemuan ETWG #1 berlangsung. Dua UMKM tersebut yaitu Batik Gendhis yang membuka stand demo membuat batik dan Katamata Coffee Roastery yang membuka stand demo brewing kopi secara manual. Kedua stand ini mendapat respon positif dari para delegasi G20 yang mengikuti pertemuan ETWG #1. Hal ini terbukti dengan Katamata yang sudah brewing lebih dari 100 cup dan beberapa delegasi mencoba membatik di stand Bati Gendhis hingga sore hari.

Pada saat gala dinner pertama yang dilaksanakan di Candi Prambanan, Rumah BUMN Gunungkidul juga diberi kesempatan untuk menampilkan produk UMKM dampingannya. Beberapa UMKM yang dipamerkan selama gala dinner di Candi Prambanan antara lain Herbal Yuniari, Madu Klanceng, Pampang Silver, Dika Craft, Didik Warsito, Mugunanie Craft, KSA Akar Wangi, dan Jagad Blangkon. Selain delapan UMKM dampingan Rumah BUMN Gunungkidul, juga beberapa produk Rumah BUMN Yogyakarta dan Batik Brakity yang merupakan produk dampingan Rumah BUMN Pekalongan.

Gala dinner kedua yang dilaksanakan di Candi Borobudur, Rumah BUMN Gunungkidul kembali diberi kesempatan untuk membuka stand. Dan di gala dinner kedua ini, Rumah BUMN Gunungkidul menjadi satu-satunya yang membuka stand pameran produk UMKM. Beberapa produk yang dibawa antara lain D’hapsari Djaya, rasane Vera, Evilmoon, Vinda Batik Craft, dan Ndeso Ecoprint. Selain stand pameran, Rumah BUMN Gunungkidul juga mengajak dua UMKM untuk demo pembuatan produk batik dan ecoprint.

Salam Sukses
Rumah BUMN Gunungkidul
Leave a Comment