- March 18, 2024
- Nabila Intan
- 0 Comments
- Ekonomi Desa, Profile UMKM, Program Rumah BUMN, UMKM
Menilik Lebih Jauh Kelompok Wanita “Inspire Inclusion” – UMKM Batik Klangenan
Belum lama ini, para perempuan sedunia memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day yang jatuh setiap tanggal 8 Maret. Pada tahun 2024 ini, peringatan Hari Perempuan Internasional mengusung tema “Menginspirasi Inklusi” atau “Inspire Inclusion”. Tema ini mengandung seruan agar para perempuan mampu menjadi inspirasi bagi orang lain dengan saling memahami dan menghargai inklusi perempuan. Harapannya, inspirasi yang muncul dapat menjadi pendorong untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
Sejalan dengan tema “Inspire Inclusion”, di dusun Gembuk, RT 02/01, Tepus, Kec. Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat sekelompok ibu-ibu inspiratif dan inklusif yang berperan aktif dalam pengembangan ekonomi lokal, yaitu Kelompok Wanita (KW) “Makmur” yang menghasilkan produk bernama Batik Klangenan.

Para keluarga di Desa Tepus yang letaknya berada di dekat laut selatan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sebagian nelayan, dan sebagiannya lagi pedagang di pesisir pantai. Penghasilan keluarga yang diperoleh sering tidak menentu sehingga para ibu berupaya untuk mampu memiliki penghasilan tambahan untuk mendukung perekonomian keluarganya.
Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba. Pada Januari 2020, Sekolah Tinggi Theologia Tawangmangu memberikan pelatihan batik untuk para ibu Dusun Gembuk, Desa Tepus. Berangkat dari sanalah akhirnya Ibu Magdalena Sulistiyowati selaku ketua Kelompok Wanita “Makmur” bersama 20 anggota lainnya berhasil memulai produksi secara mandiri dan mengkomersilkan hasil karya mereka yang kemudian diberi nama Batik Klangenan. Kerajinan batik yang dihasilkan terdiri dari batik cap, batik tulis, dan batik kombinasi.

Potensi yang dimiliki Batik Klangenan cukup besar. Pasalnya, Batik Klangenan memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya yaitu motif Cipta Samodra yang memiliki filosofi biota laut karena letak desa mereka berada di dekat laut selatan Gunungkidul.
Dalam menggerakkan perekonomian lokal, Kelompok Wanita “Makmur” tidak hanya menjual karya yang dihasilkan berupa batik saja. Bersama kelompok pengelola wisata setempat, Kelompok Wanita “Makmur” mengikutsertakan sentra kerajinan Batik Klangenan masuk dalam paket Tour Desa Wisata Tepus. Mereka menjual “experience” atau pengalaman dan edukasi terkait proses membatik pada para pengunjung.

Kearifan lokal yang dikemabangkan oleh Kelompok Wanita “Makmur” berhasil mencuri perhatian banyak pihak. Selain dari pemerintah daerah setempat, kementrian, dan instansi lainnya, terdapat juga artis tanah air Evan Sanders yang pernah mampir ke Sentra Kerajinan Batik Klangenan untuk merasakan pengalaman “membatik” ditengah agenda wisatanya ke Jogja beberapa waktu lalu.

Tidak berhenti sampai disitu, ketua Kelompok Wanita “Makmur”, Ibu Magdalena Sulistiyowati memiliki semangat dan cita-cita luar biasa untuk membawa nama Batik Klangenan dikenal lebih luas. Hal tersebut terbukti dari keikutsertaannya pada Export Incubation Program 2024 yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN Gunungkidul untuk membekali para UMKM binaannya agar memiliki ilmu dasar tentang ekspor. Kami, Rumah BUMN Gunungkidul sangat bangga dan mendukung Kelompok Wanita “Makmur” untuk terus menginspirasi para wanita hebat di dunia. Harapannya, Batik Klangenan dapat menembus pasar internasional di kemudian hari.
Nah, bagi pembaca yang ingin membeli produk Batik Klangenan karya wanita-wanita “Inspiration Inclusion” atau merasakan pengalaman “membatik” sambil berwisata alam di Gunungkidul, Yogyakarta, Anda bisa mengunjungi @klangenan.kwmakmur via Instagram ya!
Salam,
Tim Fasilitator Rumah BUMN Gunungkidul.
—
Penulis: Atikka Rismawati
Leave a Comment